Kamis, 29 Desember 2016

Hujan (yang) Menumbuhkan



“Hujan (yang) Menumbuhkan”

Hujan penuh dengan keberkahan
Hari Jumat pun penuh dengan keberkahan
Pas sekali.. Sudah hujan, di hari Jum’at pula..
Mantap jiwa untuk memanjatkan bertubi-tubi doa..
Mumpung ada waktu yang mustajab nih..

Meneladani hujan..
Jadilah seperti hujan..
Hujan yang selalu dinanti..
Oleh insan, tumbuhan juga hewani..
Jadilah hujan yang menumbuhkan..
Hujan yang menumbuhkan benih-benih terserak di atas tanah
Hujan yang menumbuhkan pohon yang kecil menjadi tumbuh dan berkembang menjadi pohon yang lebih besar..
Hujan yang menumbuhkan pohon yang besar menjadi tumbuh dan berbuah ranum lagi lebat...
Jadilah hujan, hujan yang bermanfaat..
Yang selalu dinanti oleh hewan-hewan mungil di bawah tanah sana..
Yang selalu dinanti oleh cacing-cacing yang menggeliat..
Jangan lupa berdo’a yaa saat hujan turun...
---------------------------------------------------------------------

Berdo’a Ketika Turun Hujan:


Dari Ummul Mukminin, ’Aisyah radhiyallahu ’anha,
إِنَّ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- كَانَ إِذَا رَأَى الْمَطَرَ قَالَ  اللَّهُمَّ صَيِّباً نَافِعاً
Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam ketika melihat turunnya hujan, beliau mengucapkan, ”Allahumma shoyyiban nafi’an” [Ya Allah turunkanlah pada kami hujan yang bermanfaat]”. (HR. Bukhari no. 1032)
Ibnu Baththol mengatakan, ”Hadits ini berisi anjuran untuk berdo’a ketika turun hujan agar kebaikan dan keberkahan semakin bertambah, begitu pula semakin banyak kemanfaatan.” (Syarh Al Bukhari, Ibnu Baththol, 5: 18, Asy Syamilah)















:Dalam Dekapan Ukhuwah:

Dalam dekapan ukhuwah, kita mengambil cinta dari langit. Lalu menebarkannya di bumi. Sungguh di surga, menara-menara cahaya menjulang untuk hati yang saling mencinta. Mari membangunnya dari sini, dalam dekapan ukhuwah.

Dalam Dekapan Ukhuwah
Salim A. Fillah



Selasa, 20 Desember 2016

Jendela-Jendela Cinta



Jendela -jendela Cinta..

Ada seseorang yanng diam------ diam menelisik dari jendela
Ia terkagum dengan yang bersemayam di dalamnya
Tentang parasnya
Tentang akhlaknya
Terutama tentang imannya

Ada seseorang yang diam-diam mengintip dari celah jendela
Sedang apa gerangan yang ada di dalam
Sedang terlelapkah
Atau sedang tenggelam dalam alunan syahdunya
Dengan tilawahnya
Dengan sujud panjang di setiap tahajudnya

Ada seseorang yang diam-diam cemburu kepadanya
Dia yang selalu kokoh
Dia yang selalu kuat
Dia yang selalu bisa mengendalikan apa yang dia mau

Ya....
Ada seseorang yang diam -diam cemburu dengan segalanya tentang dia
Betapa cermin ini begitu tajam menampakkan
Aku tidak ada apa= apanya dengan dia
Tidurnya malamnya jauh lebih sedikit dari pada tidur malamku
Tadarus al-qurannya jauh lebih mengalun syahdu ketimbang diriku
Khusyuk sholatnya jauh menyelam dalam sujudnya ketimbang aku

Duhai...
Jiwa ini merindu sayang..
Jiwa ini malu..
Jiwa ini cemburu...
Dengan amal-amalmu
Yang kau lakukan tanpa ada yang kau harapkan dari seorang  makhlukpun

Tercermin dalam setiap amalmu
Kau tak pernh goyah sedikitpun
Meski banyak orang yang mencibirmu
Meski banyak orang yang mengolok- olokmu..
Sungguh itu sifat tangguh..
Yang mencerminkan
Hanya keridhoan Allohlah yang kamu cari..

Dalam hatiku aku memahami
Mungkin ada perasaanmu untuk sungkan dengan teanmu
Namun itu proses
Engkau begitu takdzim melaksanakan semuanya
Sesuai prosedur
Sesuai aturan yang ditentukan..


Dari sini duhai saudaraku..
Yaa..
Aku menyebutnya jendela -jendela cinta..
Karena bukan hanya engkau saja yang aku cemburui
Namun juga saudaraku -saudaraku yang begitu stabat imannya
Dari sini..
Dari jendela -jendela cinta ini..
Aku mencemburuimu.........

Al- Khansa,
Rumah Cahaya

Hasil gambar untuk jendela cinta