Selasa, 03 November 2015

"Senandung Ukhuwah Untukmu"



Bismillah...

Malam sunyi ini. di antara gemuruh teman2 yang sibuk dengan kegiatan masing2. Aku mau tidak mau harus menyempatkan waktu berdua dengan laptop tercinta. Mengejar target tulisanku hari ini. yaa.. Proyekku kali ini adalah menulis. Mengapa? Karena Pramoedya Ananta Toer pun pernah berkata, “kau tak akan di kenang. Tapi tulisanmu akan dikenang.”
Di antara sibuknya teman2, kuputar lagu ini. Lagu “Senandung Ukhuwah”. Duhai ... betapa romantisnya. Tingkatan ukhuwah keberapakah ini? hingga bisa merasakan seperti ini... Sungguh Romantis :)

“Senandung Ukhuwah”
Di awal kita bersua
Mencoba untuk saling memahami
Keping2 di hati terajut dengan indah
Rasakan persaudaraan kita

Dan masapun silih berganti
Ukhuwah dan amanah tertunaikan
Berpeluh suka dan duka
Kita jalani semua
Semata2 harapkan ridhonya

Sahabat tibalah masanya
Bersua pasti ada berpisah
Bila nanti kita jauh berpisah
Jadikan robithoh pengikatnya
Jadikan doa ekspresi rindu
Semoga kita bersua di surga


Terngiang beberapa wajah yang pernah singgah dan mengisi ramai hari-hariku... mulai dari teman-teman Pendidikan Geografi 2014 kelas A. Saat pertama bersua dulu. Malu-malu berkenalan. Dengan penuh prasangka, saling mengenal satu sama lain. Banyak suka, banyak juga yang tidak suka. Jengkel dengan dosen bareng-bareng. Laprak geomorfologi menggunung. Membuat kontur, membuat mata ini perih untuk tetap terbuka. Laprak metklim nuggu hujan, di semester 1. Laprak hidrologi dan geo tanah, mainan tanah di semester dua. Senyum masing2 teman terekam indah di memori. Keluh kesah tak juga terlewati. Wajah cemberut sering ditemui ketika laprak belum selesai dah ditumpuk dengna tugas lain. Kami masih polos. Masa transisi dari SMA. Mencoba saling memahami. Teman2 pendidikan geografi angkatan 2014 kelas B yang telah mengisi ramai hari-hari aescarptment 2014, PLG. Juga kakak angkatan atas yang setia membimbing kami dan hari-hari kami. Asdos praktikum, terima kasih mbak diana, mas andika, mas fadhil, mba ruth. Sabar sekali mendampingi adik-adikmu ini belajar bersama. Pak arif ashari, dosen termuda yang sangat humbel sama kami yang masih kecil. Sabar sekali. Ingat sekali ketika semester 2, sebelum kuliah dimulai sempat sekali memotivasi kami agar giat belajar, dengan kata-kata motivasi dan telajan dari seorang guru di india dan kisah ishan di serial film ‘tare zamen’. Duhai, terima kasih bapak muda. Menemani kami dengan banyak cerita. Memaklumi kami dengna manjanya kami. Keping-keping di hati kami terajut dengna indah. Hingga suatu hari bapak muda kami menikah. Satu kelas kompak mengirim message di waktu yang sama. Malamnya langsung diposting di FB. Duhai penghargaan macam apa ini bapak. Kami merasa begitu spesial hingga nama kami dipostkan di FB. Dengan perasaan bahagia, kami doakan dikau moga sakinah mawadah warohmah.
Inilah aku, mahasiswa pendidikan geografi 2014 semester 3, sayang sekali dengan kawan2 seperjuangan. Jika kau tau, kau begitu spesial di hatiku kawan-kawan. Maafkan aku, tak sehalus yang kau mau ketika ingin menegur atau mengingatkan. Tak sekuat yang kaubayangkan. Tak seperfect seperti yang kau harapkan. Tapi aku yakin, kita di sini belajar bersama. Saling mengingatkan dalam kebaikan. Saling menjaga agar tetap berada dalam kebaikan. Memberi kebermanfaatan bersama. Memberi kebermanfaatan bagi alam yang kita dipasrahi untuk menjaganya. Apalah artinya aku tanpa kalian semua.
Duhai, shabat, terima kasih telah memberi warna di hari-hariku. Tetaplah memberi warna-warni kebaikan bersama sahabat...


Kamis, 05 Maret 2015

Manusia Oh Manusia



Sesungguhnya manusia ialah makhluk yang hina. Ia diciptakan dari sesuatu yang hina. Sesuatu yang menjijikan. Sesuatu yang setiap hari diinjak-injak. Sesuatu yang berlumpur, lembek dan berbau. Jika kepanasan sedikitpun akan memerah dan mengering. Jika kedinginan maka ia akan pucat dan membeku. Itulah manusia yang diciptakan dari berbagai macam warna tanah. Sehingga ada bermacam-macam warna manusia di dunia ini. Ada yang hitam, merah, kuning, putih, cokelat, dan sebagainya.
Namun dibalik kehinaan manusia, ia diberi kemuliaan oleh Tuhan. Ia diciptakan tidak lain untuk menjadi pemimpin di muka bumi. Ia diciptakan untuk memimpin penghuni dunia ini agar damai, tentram, sejahtera, dan sentosa. Manusia diberi tiga potensi oleh Tuhan untuk memimpin dunia ini. Yang pertama adalah akal. Akal  manusia diciptakan oleh Tuhan agar digunakan untuk memecahkan berbagai permasalahan yang ada di muka bumi agar bumi ini tetap aman damai dan sejahtera. Akal manusia diciptakan oleh Tuhan agar digunakan untuk berfikir apa yang harus dilakukan untuk menjaga bumi ini agar tetap lestari. Dan menjaga penghuinya agar tetap rukun.
Potensi yang diberikan oleh Tuhan pada manusia yang kedua adalah manusia diberi jasad. Jasad manusia digunakan untuk merealisasikan apa yang ingin dilakukan oleh manusia itu sendiir dalam rangka menjadi pemimpin di bumi ini. Karuni jasad yang diberikan pada setap manusia itu berbeda-beda. Ada yang utuh dan berfungsi secara sempurna misalkan saja mata tidak berfungsi untuk melihat, telinga tidak berfungsi untuk mendengar dan sebagainya. Namun ada pula yang diberi utuh tetapi tidak sepenuhnya berfungsi. Selain itu ada pula yang diberi tidak utuh, misalkan saja tidak punya tangan, tidak punya kaki.
Akan tetapi di balik kekurangan dan kelebihan yng dimiliki oleh setiap manusia sudah diciptakan dan diberikan oleh Tuhan dengan sebaik-baiknya. Itulah pembeia yang sebaik-baiknya dari Tuhan. Manusia tinggal menggunakannya secara optimal agar bisa menghasilkan suatu karya yang bermanfaat bagi kehidupannya. Sehingga dapat digunakan untuk memecahkan berbgai permasalahan yang dihadapinya. Tujuannya hanyalah satu yakni menjaga bumi, karena ialah yang menjadi pemimpin di bumi.
Potensi yang terakhir atau yang ke tiga adalah manusia diberikan hati oleh Tuhan. Hati manusia bersifat lembut sehingga mampu measakan hal teramat sangat lembutnya. Namun jika ia tergores sesuatu yang kasar, maka ia akan mudah merasakan sakit dan perih. Ironisnya lagi tak mudah untuk mengembalikan hati yang terluka itu e keadaan yang semula. Hati manusia bersifat besih, sehingga ia hanya akan menerima yang bersih-bersih saja. Jikapun dia dijejali dengan sesuatu yang kotor, maka ia akan ternodai dan tidak bisa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk.
Oya, hati yng ada pada manusia berfungsi untuk membedakan mana hal yang baik dan mana hal yang buruk. Hati yang lembut nan bersih tadi akan dengan sangat mudah membedakan antara yang baik dan yang buruk. Sehingga dengan adanya hati tersebut manusia bisa memilih mana yang akan diambil, apakah sesuatu yang baik, ataukah sesuatu yang buruk. Dan hati itu bisa menemukan apa yang akan diperoleh dari hal yang baik iu dan apa yang akan diperoleh dari hal yang buruk itu.
Nah, dari tiga potensi itulah manusia dipilih oleh Tuhan sebagai pemimpin di muka bumi ini. Dengan begitu manusia akan dengan sangat mudah memimpin seluruh penghuni yang ada di muka bumi ini. Tuuhan telah menawarkan amanah seorang pemimpin bumi kepada langit, namun langitpun tak mau, bumipun enggan, pohonpun menolak, dan gunungpun tak sanggup. Namun manusia dengan mudahnya menerima amanah ini, dengan memaksimalkan tiga potensi tersebut.
Dan akhirnya, manusia itu sejatinya adalah kita. Kaum pemikir dan kaum intelektual. Kaum pekerja dan kaum beragama. Kaum yang bernurani. Kaum yang bertaqwa. Kaum yang mandiri dan kaum yang cendekia. Kitalah pemimpin itu saudaaku. Kitalah pemimpin itu. Sadarkah kalian wahai saudaaku. Sudahkah kalian memaksimalakan tiga potensi yang sudah dikaruniakan Tuhan kepadamu. Sudahkah kau menjalankan amanahmu sebagai pemimpin di muka bumi ini? Sudahkah saudaraku? Aku tak inin mendengar kata belum wahai saudaraku. Aku tak inin mendengar kata belum terucap dari bibirmu. Aku tak ingin melihat bibirmu bergerak mengucapkan kata belum saudaraku. Lalu kapan kau akan lakukan itu? Lalu kapan kau akan memaksimalkan ktiga potensimu itu?
Sadarkah kalian wahai saudaraku, bumi dan seluruh isinya menunggu tindakanmu. Tindakanmu yang melindungi bumi ini, bukan tindakanmu yang merusak bumi ini. Bukan tindakanmu yang menebng pohon, tetapi tindakanmu yang menanam pohon. Bukan tindakanmu yang mebuang sampah sembarangan, namun tindakanmu yang membersihkan sampah yang berserakan. Bukan tindakanmu yang mengeksploitasi batu bara tanpa tanggung jawab, namun tindakanmu yang menjaga bumi ini tetap seimbang.


#SalamPemimpinBumi
~Om Rohmah~
Al Khonsa, 5 Maret 2015
16:15 pm