Kamis, 05 Maret 2015

Manusia Oh Manusia



Sesungguhnya manusia ialah makhluk yang hina. Ia diciptakan dari sesuatu yang hina. Sesuatu yang menjijikan. Sesuatu yang setiap hari diinjak-injak. Sesuatu yang berlumpur, lembek dan berbau. Jika kepanasan sedikitpun akan memerah dan mengering. Jika kedinginan maka ia akan pucat dan membeku. Itulah manusia yang diciptakan dari berbagai macam warna tanah. Sehingga ada bermacam-macam warna manusia di dunia ini. Ada yang hitam, merah, kuning, putih, cokelat, dan sebagainya.
Namun dibalik kehinaan manusia, ia diberi kemuliaan oleh Tuhan. Ia diciptakan tidak lain untuk menjadi pemimpin di muka bumi. Ia diciptakan untuk memimpin penghuni dunia ini agar damai, tentram, sejahtera, dan sentosa. Manusia diberi tiga potensi oleh Tuhan untuk memimpin dunia ini. Yang pertama adalah akal. Akal  manusia diciptakan oleh Tuhan agar digunakan untuk memecahkan berbagai permasalahan yang ada di muka bumi agar bumi ini tetap aman damai dan sejahtera. Akal manusia diciptakan oleh Tuhan agar digunakan untuk berfikir apa yang harus dilakukan untuk menjaga bumi ini agar tetap lestari. Dan menjaga penghuinya agar tetap rukun.
Potensi yang diberikan oleh Tuhan pada manusia yang kedua adalah manusia diberi jasad. Jasad manusia digunakan untuk merealisasikan apa yang ingin dilakukan oleh manusia itu sendiir dalam rangka menjadi pemimpin di bumi ini. Karuni jasad yang diberikan pada setap manusia itu berbeda-beda. Ada yang utuh dan berfungsi secara sempurna misalkan saja mata tidak berfungsi untuk melihat, telinga tidak berfungsi untuk mendengar dan sebagainya. Namun ada pula yang diberi utuh tetapi tidak sepenuhnya berfungsi. Selain itu ada pula yang diberi tidak utuh, misalkan saja tidak punya tangan, tidak punya kaki.
Akan tetapi di balik kekurangan dan kelebihan yng dimiliki oleh setiap manusia sudah diciptakan dan diberikan oleh Tuhan dengan sebaik-baiknya. Itulah pembeia yang sebaik-baiknya dari Tuhan. Manusia tinggal menggunakannya secara optimal agar bisa menghasilkan suatu karya yang bermanfaat bagi kehidupannya. Sehingga dapat digunakan untuk memecahkan berbgai permasalahan yang dihadapinya. Tujuannya hanyalah satu yakni menjaga bumi, karena ialah yang menjadi pemimpin di bumi.
Potensi yang terakhir atau yang ke tiga adalah manusia diberikan hati oleh Tuhan. Hati manusia bersifat lembut sehingga mampu measakan hal teramat sangat lembutnya. Namun jika ia tergores sesuatu yang kasar, maka ia akan mudah merasakan sakit dan perih. Ironisnya lagi tak mudah untuk mengembalikan hati yang terluka itu e keadaan yang semula. Hati manusia bersifat besih, sehingga ia hanya akan menerima yang bersih-bersih saja. Jikapun dia dijejali dengan sesuatu yang kotor, maka ia akan ternodai dan tidak bisa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk.
Oya, hati yng ada pada manusia berfungsi untuk membedakan mana hal yang baik dan mana hal yang buruk. Hati yang lembut nan bersih tadi akan dengan sangat mudah membedakan antara yang baik dan yang buruk. Sehingga dengan adanya hati tersebut manusia bisa memilih mana yang akan diambil, apakah sesuatu yang baik, ataukah sesuatu yang buruk. Dan hati itu bisa menemukan apa yang akan diperoleh dari hal yang baik iu dan apa yang akan diperoleh dari hal yang buruk itu.
Nah, dari tiga potensi itulah manusia dipilih oleh Tuhan sebagai pemimpin di muka bumi ini. Dengan begitu manusia akan dengan sangat mudah memimpin seluruh penghuni yang ada di muka bumi ini. Tuuhan telah menawarkan amanah seorang pemimpin bumi kepada langit, namun langitpun tak mau, bumipun enggan, pohonpun menolak, dan gunungpun tak sanggup. Namun manusia dengan mudahnya menerima amanah ini, dengan memaksimalkan tiga potensi tersebut.
Dan akhirnya, manusia itu sejatinya adalah kita. Kaum pemikir dan kaum intelektual. Kaum pekerja dan kaum beragama. Kaum yang bernurani. Kaum yang bertaqwa. Kaum yang mandiri dan kaum yang cendekia. Kitalah pemimpin itu saudaaku. Kitalah pemimpin itu. Sadarkah kalian wahai saudaaku. Sudahkah kalian memaksimalakan tiga potensi yang sudah dikaruniakan Tuhan kepadamu. Sudahkah kau menjalankan amanahmu sebagai pemimpin di muka bumi ini? Sudahkah saudaraku? Aku tak inin mendengar kata belum wahai saudaraku. Aku tak inin mendengar kata belum terucap dari bibirmu. Aku tak ingin melihat bibirmu bergerak mengucapkan kata belum saudaraku. Lalu kapan kau akan lakukan itu? Lalu kapan kau akan memaksimalkan ktiga potensimu itu?
Sadarkah kalian wahai saudaraku, bumi dan seluruh isinya menunggu tindakanmu. Tindakanmu yang melindungi bumi ini, bukan tindakanmu yang merusak bumi ini. Bukan tindakanmu yang menebng pohon, tetapi tindakanmu yang menanam pohon. Bukan tindakanmu yang mebuang sampah sembarangan, namun tindakanmu yang membersihkan sampah yang berserakan. Bukan tindakanmu yang mengeksploitasi batu bara tanpa tanggung jawab, namun tindakanmu yang menjaga bumi ini tetap seimbang.


#SalamPemimpinBumi
~Om Rohmah~
Al Khonsa, 5 Maret 2015
16:15 pm


Tidak ada komentar:

Posting Komentar